Ada anggapan umum yang jarang dipertanyakan: band dengan lagu sendiri otomatis lebih "serius" dibanding band yang membawakan lagu orang lain. Kami paham dari mana anggapan ini datang, tapi menurut kami itu keliru — dan bukan cuma karena kami band cover.

Membawakan ulang lagu orang bukan berarti tanpa usaha

Ada anggapan bahwa cover itu "tinggal niru", padahal proses menguasai lagu orang lain sampai bisa dimainkan penuh dengan tujuh orang instrumen yang berbeda butuh jam terbang yang sama seperti menulis lagu sendiri — kadang lebih, karena kalian harus menyesuaikan diri dengan struktur yang bukan dari ide kalian sendiri.

Interpretasi ulang itu sendiri adalah skill

Cover yang bagus bukan sekadar meniru rekaman aslinya not demi not. Ada keputusan di setiap cover — mau dibikin lebih berat, lebih akustik, mau vokalnya diaransemen ulang atau dipertahankan seperti aslinya. Keputusan-keputusan kecil ini yang membedakan cover yang enak didengar dari yang sekadar karaoke dengan band.

Band cover adalah pintu masuk bagi banyak musisi

Hampir semua musisi, termasuk yang sekarang menulis lagu sendiri, memulai dengan memainkan lagu orang lain. Band cover bukan jalan pintas untuk menghindari usaha menulis lagu — untuk banyak orang, ini justru tempat belajar chemistry band, disiplin latihan, dan panggung, sebelum (atau sambil) mengembangkan materi sendiri.

Yang penting bukan orisinalitas lagunya, tapi kejujuran permainannya

Penonton yang datang menonton band cover tahu persis mereka akan mendengar lagu yang sudah mereka kenal. Yang mereka nilai bukan orisinalitas materinya, tapi apakah band-nya membawakan dengan jujur dan penuh — apakah energinya nyata, apakah chemistry antar pemainnya terasa. Itu kualitas yang sama yang dicari orang di band dengan lagu sendiri.

Kenapa kami tetap bangga jadi band cover

Kami mulai sebagai lelucon di grup chat — nama besar dengan logo metal untuk band yang jamming lagu pop/rock setiap minggu. Sampai sekarang pun itu masih setengah lelucon. Tapi latihan yang kami jalani, waktu yang kami habiskan menyusun aransemen, dan usaha untuk terus konsisten upload tiap minggu itu semua nyata — sama nyatanya dengan band mana pun yang menulis lagu sendiri.

"Cuma cover" bukan alasan untuk main asal-asalan. Justru karena lagunya sudah dikenal orang, standarnya jadi lebih tinggi — penonton langsung tahu kalau ada yang meleset. Itu yang membuat kami terus berusaha membawakan tiap lagu sebaik mungkin, bukan karena kami menulis lagunya, tapi karena kami menghormatinya.